JAKARTA – Kementerian Kesehatan RI bersama UNICEF secara resmi menandatangani Programme Document (ProDoc) 2026–2030. Kesepakatan ini menjadi landasan strategis untuk memperkuat sistem kesehatan nasional sekaligus mempercepat target pembangunan manusia di Indonesia. Sebagai pionir penyedia Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di Indonesia, PT Buana Varia Komputama (BVK) menyambut baik langkah ini dan siap mendukung optimalisasi layanan kesehatan melalui transformasi digital yang terintegrasi.
Penandatanganan ProDoc ini menegaskan komitmen Kemenkes dan UNICEF dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih adil, berkualitas, dan berkelanjutan—khususnya bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menegaskan bahwa ProDoc ini merupakan pendorong utama transformasi sistem kesehatan.
"Programme Document ini harus menjadi pendorong transformasi, bukan sekadar kerangka kegiatan. Kami berkomitmen memastikan implementasi yang efektif melalui tata kelola yang baik, transparansi, dan pendekatan berbasis hasil," tegas Kunta.
Dukungan BVK Terhadap Transparansi dan Tata Kelola Kesehatan
Pernyataan Sekjen Kemenkes tersebut sangat sejalan dengan visi BVK. Untuk mewujudkan "tata kelola yang baik dan transparansi", rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di seluruh Indonesia membutuhkan infrastruktur teknologi informasi yang andal.
Melalui ekosistem SIMRS terintegrasi dan Rekam Medis Elektronik (RME) yang dikembangkan oleh BVK, fasilitas kesehatan dapat memastikan:
- Akurasi Data Pasien: Memastikan kelompok rentan, ibu, dan anak mendapatkan penanganan yang terekam secara komprehensif.
- Efisiensi Sumber Daya: Mengelola operasional rumah sakit agar pendanaan dan bantuan teknis dapat tersalurkan tepat sasaran.
- Integrasi Nasional: Mendukung penuh inisiatif SATUSEHAT dari Kemenkes untuk pemantauan data kesehatan berbasis hasil (result-based).
Sinergi untuk Pembangunan Jangka Panjang
Kerja sama Kemenkes dan UNICEF ini didukung oleh komitmen pendanaan sebesar USD 35,9 juta yang mencakup pengadaan dan bantuan teknis. Kemitraan ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan United Nations Sustainable Development Cooperation Framework (UNSDCF) 2026–2030.
Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, turut mengapresiasi langkah inovatif Pemerintah Indonesia. "Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target kesehatan dan pembangunan manusia secara berkelanjutan," ujarnya.
Kementerian Kesehatan menekankan bahwa kemitraan ini bukan sekadar langkah administratif, melainkan strategi penguatan ketahanan sistem kesehatan di tengah tantangan global.
Menyikapi hal ini, PT Buana Varia Komputama (BVK) menegaskan kembali komitmennya untuk terus berinovasi. Dengan pengalaman puluhan tahun mendigitalisasi ratusan rumah sakit di Indonesia, BVK siap menjadi mitra teknologi strategis bagi fasyankes dalam mengimplementasikan visi Kemenkes dan UNICEF, guna menghadirkan dampak nyata dan terukur bagi kesehatan masyarakat Indonesia.