Menkes Budi Tegaskan Digitalisasi Sebagai Kunci Pemerataan: PT Buana Varia Komputama Siap Dukung Penuh Ekosistem SATUSEHAT

Jakarta – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, kembali menegaskan bahwa transformasi digital di sektor kesehatan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan mutlak untuk memperkuat sistem kesehatan nasional. Pernyataan ini sejalan dengan komitmen PT Buana Varia Komputama (BVK) yang terus berinovasi dalam menyediakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi guna menghadirkan layanan kesehatan yang adil bagi 280 juta penduduk Indonesia.

Dalam pertemuan Asia eHealth Information Network (AeHIN) di Jakarta Marriott Hotel, Senin (11/5), Menkes Budi menekankan bahwa sistem manual yang terfragmentasi adalah hambatan besar dalam pelayanan kesehatan—sebuah tantangan yang selama ini aktif dijawab oleh BVK melalui penyediaan sistem informasi rumah sakit yang handal di berbagai wilayah di Indonesia.

Mendukung Penuh Interoperabilitas SATUSEHAT

Kementerian Kesehatan saat ini tengah memperkuat platform SATUSEHAT sebagai tulang punggung interoperabilitas nasional. Platform ini dirancang untuk menghubungkan rumah sakit, puskesmas, laboratorium, hingga apotek dalam satu ekosistem.

Sebagai mitra strategis fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), PT Buana Varia Komputama memastikan bahwa seluruh produk SIMRS yang dikembangkan siap dan telah terintegrasi (bridging) dengan platform SATUSEHAT serta infrastruktur government cloud.

"Tanpa digitalisasi, mustahil menghadirkan layanan yang aksesibel, bermutu, dan terjangkau bagi 280 juta rakyat," tegas Menkes Budi dalam pidatonya.

Merespons hal tersebut, BVK terus memperbarui teknologinya agar jutaan data Rekam Medis Elektronik (RME) dari rumah sakit mitra dapat terdistribusi secara aman, real-time, dan sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan.

Inovasi Teknologi Berbasis Nilai Kemanusiaan

Tidak hanya berfokus pada digitalisasi basis data, Kemenkes juga tengah menyiapkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pengambilan keputusan klinis dan surveilans penyakit. Transformasi ini juga didukung penuh oleh Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, yang mengingatkan bahwa inovasi teknologi harus tetap berpijak pada nilai kemanusiaan.

"Tolok ukur inovasi bukan pada kecanggihan algoritma, melainkan pada dampak nyata terhadap kepercayaan dan inklusi masyarakat. Teknologi memperkuat, bukan menggantikan, empati dan penilaian manusia dalam pelayanan kesehatan," ujar Setiaji.

Visi ini sejalan dengan filosofi pengembangan produk di PT Buana Varia Komputama. BVK merancang user-interface SIMRS yang intuitif dan proses otomatisasi administrasi (termasuk bridging penuh dengan V-Claim BPJS Kesehatan) agar dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya dapat mengurangi beban administratif. Dengan demikian, tenaga kesehatan dapat lebih fokus memberikan empati dan pelayanan langsung kepada pasien.

Bersama Membangun Kesehatan Indonesia yang Merata

Strategi transformasi kesehatan nasional yang mengedepankan keamanan siber, perlindungan data pribadi (kerangka ELSI), dan adopsi praktik terbaik global melalui jejaring seperti AeHIN menjadi angin segar bagi industri HealthTech di Tanah Air.

PT Buana Varia Komputama berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari ekosistem inovasi ini. Dengan portofolio klien yang tersebar hingga ke berbagai pelosok daerah, BVK siap berjalan beriringan dengan Kemenkes dan BPJS Kesehatan untuk memastikan solusi digital dapat diperluas, serta memastikan setiap individu memperoleh akses layanan kesehatan yang setara tanpa memandang kondisi ekonomi maupun lokasi geografis.