Jakarta, Sebuah studi medis terbaru membawa kabar peringatan bagi masyarakat modern: gaya hidup sedentari atau kurang gerak ternyata memiliki dampak yang jauh lebih mematikan dari yang diperkirakan sebelumnya, bahkan bagi mereka yang merasa sudah cukup berolahraga.

Penelitian yang dipresentasikan dalam American Heart Association’s Scientific Sessions dan diterbitkan dalam jurnal bergengsi JACC (Journal of the American College of Cardiology) ini menyoroti batas waktu spesifik di mana duduk menjadi berbahaya bagi jantung.

Studi ini menganalisis data dari hampir 90.000 partisipan yang menggunakan accelerometer (alat pengukur gerak) selama seminggu penuh. Para peneliti menemukan bahwa perilaku sedentari—duduk, bersandar, atau berbaring saat terjaga—selama lebih dari 10,6 jam per hari berkaitan erat dengan peningkatan risiko gagal jantung dan kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Yang mengejutkan, risiko ini tetap tinggi meskipun seseorang memenuhi rekomendasi aktivitas fisik harian (seperti berolahraga 150 menit per minggu). Artinya, pergi ke gym selama satu jam tidak sepenuhnya "menghapus" dampak buruk dari duduk di depan komputer selama sisa hari itu.

Dr. Shaan Khurshid, seorang ahli elektrofisiologi di Massachusetts General Hospital dan penulis senior studi tersebut, menekankan bahwa sekadar berolahraga saja tidak cukup jika sisa waktu kita habiskan untuk diam.

Dalam laporannya, Dr. Khurshid memberikan kutipan penting berikut ini:

"Temuan kami mendukung perlunya mengurangi waktu sedentari untuk menurunkan risiko kardiovaskular, dengan 10,6 jam sehari menjadi ambang batas kunci yang terkait dengan gagal jantung dan kematian kardiovaskular yang lebih tinggi. Terlalu banyak duduk atau berbaring bisa berbahaya bagi kesehatan jantung, bahkan bagi mereka yang aktif." — Dr. Shaan Khurshid, MD, MPH

Para ahli menyarankan agar masyarakat tidak hanya fokus pada "meluangkan waktu untuk olahraga," tetapi juga "mengurangi waktu duduk." Mengambil jeda singkat untuk berdiri atau berjalan kaki setiap jam dapat menjadi langkah kecil yang menyelamatkan nyawa.

Dalam upaya mendukung penanganan cepat bagi pasien yang mengalami gangguan kesehatan mendadak, PT Buana Varia Komputama terus berinovasi melalui teknologi.

PT Buana Varia Komputama telah menghadirkan fitur Emergency Call di dalam aplikasi Palma. Fitur ini dirancang khusus untuk memudahkan pasien dalam keadaan darurat agar bisa segera terhubung dengan layanan medis dan mendapatkan pertolongan pertama secepat mungkin, langsung dari genggaman tangan mereka.