Buana Varia Komputama Dukung Pelaksanaan Uji Coba Nasional iDRG
Transformasi digital di sektor kesehatan terus bergulir menuju sistem pelayanan yang lebih efisien, transparan, dan terintegrasi. Salah satu langkah besar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah penerapan Indonesia Diagnosis Related Groups (iDRG) — metode pengelompokan kasus berbasis diagnosis dan penggunaan sumber daya rumah sakit.
Program iDRG resmi mulai diberlakukan pada 15 Oktober 2025 dan bersifat mandatory bagi seluruh rumah sakit di Indonesia. Melalui uji coba nasional ini, sistem pembiayaan pelayanan kesehatan diharapkan menjadi lebih terukur, adil, dan berbasis data, sejalan dengan arah besar Transformasi Digital Kesehatan Nasional.
Apa Itu iDRG dan Kenapa Penting?
Konsep iDRG merupakan adaptasi dari sistem Diagnosis Related Groups (DRG) yang telah lama digunakan di berbagai negara. Tujuannya sederhana namun krusial — menciptakan mekanisme pembayaran berbasis kelompok kasus, bukan hanya berdasarkan jenis tindakan atau lama rawat.
Dengan sistem ini, setiap pasien yang memiliki diagnosis dan tingkat keparahan serupa akan dikelompokkan ke dalam satu kategori, dan rumah sakit akan mendapatkan pembayaran sesuai kelompok tersebut. Mekanisme ini tidak hanya mendorong efisiensi biaya, tetapi juga memastikan adanya standar pelayanan yang adil dan seragam antar fasilitas kesehatan.
Dalam konteks digitalisasi, iDRG menjadi fondasi penting dalam membangun sistem kesehatan berbasis data (data-driven healthcare). Dengan adanya sistem ini, pemerintah bisa memantau, menganalisis, dan mengevaluasi pola pelayanan kesehatan secara nasional secara lebih cepat dan akurat.
Tahapan Onboarding dan Persiapan Teknis
Sebelum rumah sakit dapat mengikuti uji coba nasional iDRG, mereka diwajibkan melalui proses onboarding dan menginstal patch NCC terbaru. Proses onboarding ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan tahapan penting yang memastikan bahwa Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang digunakan telah memenuhi standar integrasi dan keamanan data yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Onboarding mencakup verifikasi struktur data, format pelaporan, serta pengujian kemampuan sistem dalam melakukan bridging data dengan platform nasional. Tujuannya agar pertukaran data antara rumah sakit dan sistem iDRG dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis, sehingga pelaporan dapat dilakukan real-time dan tanpa kesalahan sinkronisasi.
Buana Varia Komputama: Siap Full Bridging dan Terintegrasi
Sebagai penyedia solusi SIMRS dan Electronic Medical Record (EMR) yang telah berpengalaman lebih dari satu dekade di dunia health-tech Indonesia, PT Buana Varia Komputama menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan program ini.
Seluruh rumah sakit klien Buana kini telah lolos onboarding dengan status Full Bridging, yang berarti sistem SIMRS Buana sudah sepenuhnya terintegrasi dengan platform iDRG milik Kementerian Kesehatan.
Status full bridging ini menjadi bukti nyata kesiapan Buana dalam menghadapi era baru pengelolaan data kesehatan nasional. Dengan sistem yang telah melalui serangkaian pengujian integrasi, rumah sakit pengguna SIMRS Buana dapat langsung mengikuti uji coba nasional tanpa hambatan teknis berarti.
Pembaruan Sistem dan Dukungan Teknis
Selain kesiapan integrasi, Buana juga telah melakukan pembaruan sistem secara menyeluruh untuk mendukung pelaksanaan iDRG. Pembaruan ini meliputi penyesuaian kode diagnosis, prosedur tindakan, dan mekanisme pengiriman data yang sesuai dengan format iDRG terbaru.
Melalui patch update yang sudah diterapkan di seluruh rumah sakit mitra, sistem Buana kini mampu melakukan proses grouping otomatis sesuai standar nasional. Hal ini memastikan bahwa proses pelaporan klaim dan pembiayaan berjalan lebih cepat, akurat, dan transparan.
Buana juga menyediakan pendampingan teknis intensif bagi seluruh klien selama masa uji coba berlangsung. Tim teknis Buana aktif melakukan pemantauan performa sistem, troubleshooting, serta memberikan pembaruan jika terdapat perubahan regulasi atau format data dari Kemenkes.
Pendekatan proaktif ini membuat rumah sakit merasa lebih aman dan terbantu dalam menghadapi masa transisi menuju sistem berbasis iDRG.
Dampak Positif bagi Rumah Sakit
Dengan diterapkannya iDRG, rumah sakit diharapkan tidak hanya sekadar menyesuaikan diri dengan kebijakan baru, tetapi juga merasakan manfaat nyata dari digitalisasi proses pelayanan dan administrasi.
Sistem SIMRS terintegrasi dengan EMR milik Buana membantu rumah sakit:
- Mengelola data pasien lebih efisien dan minim duplikasi,
- Memastikan akurasi kode diagnosis dan tindakan,
- Menyederhanakan proses pelaporan ke Kemenkes,
- Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam klaim pembiayaan.
Selain itu, karena data tersimpan dalam sistem yang terintegrasi, rumah sakit dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk analisis internal — seperti memantau tren penyakit, evaluasi kinerja layanan, hingga perencanaan sumber daya.
Komitmen Buana dalam Mendukung Transformasi Digital Kesehatan
Keberhasilan Buana dalam mendampingi seluruh klien menghadapi fase uji coba nasional iDRG menunjukkan konsistensi dan keseriusan perusahaan dalam mendukung Transformasi Digital Kesehatan Indonesia.
Melalui solusi SIMRS dan EMR yang terintegrasi penuh, Buana tidak hanya menghadirkan efisiensi pengelolaan data medis, tetapi juga memastikan seluruh proses administrasi, pelayanan, dan pembiayaan berjalan sesuai standar nasional yang ditetapkan Kemenkes.
Ke depan, Buana akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dan rumah sakit untuk menghadirkan inovasi digital baru yang relevan dengan kebutuhan sektor kesehatan. Fokus utama Buana tetap pada membangun ekosistem digital rumah sakit yang berkelanjutan, aman, dan efisien.
Langkah Lanjut: Monitoring dan Inovasi Berkelanjutan
Selama masa uji coba iDRG berlangsung, Buana berkomitmen untuk:
- Melakukan monitoring berkala terhadap performa sistem dan proses bridging,
- Memberikan update software berkelanjutan sesuai perubahan kebutuhan teknis Kemenkes,
- Menyediakan pelatihan dan pendampingan teknis bagi pengguna rumah sakit,
- Mendukung penuh proses evaluasi dan penyempurnaan sistem nasional.
Dengan pendekatan yang adaptif dan berbasis kolaborasi, Buana ingin memastikan bahwa seluruh mitra rumah sakit bisa menjalani transformasi ini dengan lancar tanpa mengganggu operasional pelayanan pasien.
Menuju Ekosistem Kesehatan Digital yang Terintegrasi
Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi setiap rumah sakit di era modern. Sistem yang terintegrasi, aman, dan efisien menjadi kunci dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebagai mitra strategis rumah sakit di Indonesia, Buana Varia Komputama akan terus mendukung program nasional seperti iDRG, SatuSehat, dan inisiatif lainnya yang mendorong terciptanya ekosistem digital kesehatan yang holistik dan berkelanjutan.
Dengan pengalaman panjang di dunia health-tech dan kemampuan teknis yang teruji, Buana siap menjadi bagian dari perubahan besar menuju masa depan Smart Hospital Indonesia — di mana setiap data saling terhubung, setiap keputusan berbasis informasi, dan setiap pasien mendapatkan layanan yang optimal.