Jakarta - Era digital telah mengubah total cara rumah sakit (RS) mengajukan klaim ke BPJS Kesehatan. Dulu, prosesnya ruwet, manual, dan seringkali berujung pada penolakan (reject) klaim yang merugikan finansial RS. Kini, sistem iDRG hadir sebagai solusi.
PT Buana Varia Komputama memaparkan perbandingan krusial antara rumah sakit yang sudah mengadopsi sistem iDRG (Indonesia Diagnosis Related Group) terintegrasi dengan yang masih bertahan menggunakan metode klaim konvensional atau sistem INA-CBGs lama. Sistem klaim lama, yang sering disebut "Belum iDRG" atau berbasis INA-CBGs dasar, seringkali dianggap kurang adil (tidak granular).
Sistem Konvensional:
- Tarif Rata-Rata: Dua pasien dengan diagnosis yang sama—misalnya, Demam Berdarah—bisa mendapatkan tarif klaim yang serupa, padahal tingkat keparahan, lama rawat, dan komplikasi (komorbiditas) mereka sangat berbeda.
- Dampak: Rumah sakit merugi (mengalami underpayment) ketika harus menangani kasus yang sangat kompleks dengan sumber daya yang jauh lebih besar.
Sistem iDRG:
- Klasifikasi Detail: iDRG mewajibkan data yang jauh lebih detail, tidak hanya diagnosis utama, tetapi juga mencakup komplikasi, komorbiditas, dan tingkat keparahan (Severity Level).
- Tarif Akurat: Dengan data ini, sistem grouper BPJS memberikan tarif klaim yang jauh lebih adil dan proporsional dengan biaya riil yang dikeluarkan RS.
Poin Kunci: Integrasi iDRG memastikan RS tidak lagi ‘buntung’ saat merawat pasien dengan kasus yang rumit.
Ini adalah masalah klasik yang paling menghantui manajemen keuangan RS: tingginya angka reject klaim. Perbedaan antara kedua sistem ini sangat signifikan di sini.
Sistem Konvensional:
- Manual & Rentan Eror: Proses koding (mengubah diagnosis/tindakan medis menjadi kode ICD-10/ICD-9-CM) sering dilakukan manual atau menggunakan software yang tidak terintegrasi. Ini rentan kesalahan manusia.
- Verifikasi Lambat: Ketidaksesuaian data medis dengan data administrasi sering terdeteksi saat verifikasi BPJS, membuat klaim ditolak atau tertunda (pending).
Sistem iDRG:
- Validasi Otomatis (Auto-Mapping): Aplikasi iDRG yang terintegrasi ke Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memiliki fitur auto-mapping yang memverifikasi kode secara real-time.
- Meminimalisir Reject: Kesalahan coding dapat dideteksi sebelum klaim diajukan ke BPJS. Alhasil, tingkat penolakan klaim turun drastis, menyelamatkan RS dari potensi kerugian finansial.
Waktu adalah uang, terutama bagi rumah sakit yang sangat bergantung pada cash flow dari klaim BPJS.
Sistem Konvensional:
- Siklus klaim berjalan lambat. Staf koding dan klaim menghabiskan banyak waktu untuk revisi, mengumpulkan dokumen fisik, dan melengkapi data yang kurang, menyebabkan penundaan pembayaran hingga berbulan-bulan.
Sistem iDRG:
- Siklus Cepat: Data yang sudah akurat sejak awal mempercepat proses verifikasi di tingkat BPJS.
- Fokus Staf: Staf klaim dapat beralih fokus dari input data manual menjadi analisis mutu pelayanan dan audit klinis. Dampaknya, cash flow RS menjadi lebih sehat dan terprediksi.
Bagi rumah sakit yang ingin segera bertransisi dan memastikan klaim mereka akurat sesuai standar iDRG terbaru, integrasi sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) adalah kunci.
Di sinilah peran penting PT Buana Varia Komputama (BVK) melalui produk unggulannya, Aplikasi Ecalyptus.
Teruji Standar Tinggi iDRG: BVK mengumumkan bahwa Aplikasi Ecalyptus telah berhasil melewati 25 kriteria ketat iDRG yang ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan. Artinya, Ecalyptus mampu mengolah dan memvalidasi data klaim sesuai dengan semua persyaratan teknis terbaru yang sangat detail.
Dengan menggunakan Ecalyptus, rumah sakit tidak perlu khawatir lagi tentang ketidakcocokan data. Sistem ini dirancang untuk:
- Memastikan Kelengkapan Data Medis: Data klinis yang diinput langsung diverifikasi kesesuaiannya dengan standar koding dan grouper iDRG.
- Validasi Otomatis 25 Kriteria: Semua 25 poin kritis yang menjadi tolak ukur keberhasialan klaim telah ditanamkan dalam sistem Ecalyptus, meminimalisasi human error secara ekstrem.
Peralihan ke sistem iDRG bukan sekadar tuntutan regulasi, melainkan investasi krusial bagi Rumah Sakit. Ini adalah transformasi digital yang memastikan pendapatan rumah sakit sesuai dengan layanan yang diberikan, sekaligus meningkatkan mutu data dan efisiensi operasional.
Pastikan rumah sakit Anda didukung oleh teknologi yang teruji. PT Buana Varia Komputama siap memimpin integrasi SIMRS Anda dengan sistem iDRG terbaru melalui Aplikasi Ecalyptus yang telah terbukti lolos 25 kriteria iDRG, menjamin klaim Anda akurat, cepat, dan lancar.